HISTORIA

Marquee Text - http://www.marqueetextlive.com

I. PENDAHULUAN

Setelah melalui tahapan-tahapan, perjuangan yang cukup panjang dan berat, yang tidak cuma mengorbankan materi dan tenaga guna memperoleh kesempatan dan ijin bagi karya Misi di Bali, dan tatkala titik-titik terang serta fajar ke arah itu mulai berbinar, dalam suasana yang sedemikian ini Mgr. Noyen pun berani berkata sbb :

“Semoga waktunya segera tiba, Misionaris-misionaris kita bisa bekerja di Ball; tetapi hanya imam-imam yang sungguh-sungguh rendah hati, sabar, kudus dan terpelajar akan berhasil ditengah-tengah Umat Bali. Selama sepuluh tahun pertama karya Misi di sana tidak akan dapat mengharapkan pertobatan, tetapi bila waktunya tiba untuk mulai panenan, saya yakin bahwa orang-orang Kristen Bali akan menjadi contoh umat beriman di Indonesia. Mereka akan menjadi orang-orang yang mampu untuk memegang jabatan-jabatan dalam perniagaan, kesenian, politik atau jabatan kegerejaan, Tuhan akan meminta kurban dan mungkin sekali hidup para Misionaris .. tetapi dalam roh,

saya telah dapat melihat Bali telah dimahkotai dengan gereja-gereja……………”

Jelas kiranya apa yang telah dilontarkan beberapa puluh tahun lalu oleh Alm. Mgr. Noyen, SVD ini merupakan suatu nubuat yang telah dikaruniakan kepada kita sebagai suatu warisan sejarah yang tiada taranya, yang sekaligus merupakan suatu nilai luhur yang mengandung tanggung jawab moral yang tinggi bagi setiap umat Katolik Bali dan segenap jajaran generasi penerusnya untuk memenuhi panggilan serta sekaligus tugas perutusan ini secara estafet sesuai dengan tuntutan serta tanda-tanda jaman ini.

Dalam kerangka inilah, Allah sendiri telah berkenan untuk meletakan batu pertama sebagai sendi yang kokoh dan hidup bagi Gereja-Nya di Pulau Dewata yang indah ini. Dengan memanggil salah seorang hamba-Nya yang terbaik yaitu P. Simon Buis. SVD. Agar sebagaimana Kristus telah memanggil Simon Petrus, demikian pula Kristus telah berkenan memanggil Simon Buis dan menjadikannya “BATU KARANG YANG HIDUP”. Dan diatas landasan batu karang yang hidup ini, tersusunlah batu batu pilihan yang hidup yang kini telah menampakan diri dalam wajah Gereja Katolik Bali pada khususnya, serta Katolik Keuskupan Denpasar pada umumnya. Sehingga amanat Kristus kepada Simon Petrus, selalu hidup dalam Suara Kristus masa kini……. “di atas batu karang ini aku mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya”. (Mat. 16,18).

II. GARIS BESAR SEJARAH PAROKI HATI KUDUS YESUS PALESARI

Paroki “HATI KUDUS YESUS” Palesari, yang berdiri sejak 15 September 1940 oleh perintisnya yaitu Pastur Simon Buis, SVD aim memiliki latar belakang sejarah sbb.; yang dapat kami bagi dalam beberapa fase :

I.   Tahun 1938 -1940    : Merintis jalan menuju “Tanah Terjanji”

                II.  Tahun 1940 – 1942   : Membangun pemukiman.

                III. Tahun 1942 – 1946   : Masa Suram.

                IV Tahun 1946-1951     :Exodus, Membangun Palasari Baru

                V.  Tahun 1951 -1967   :Masa Panen Raya

                VI. Tahun 1967 -1990  : Membangun Visi & Misi Paroki .

                VII.Tahun 1990 – 2000 : Renovasi dan Inkulturasi

                VIII. Tahun 2000 –          : Era Milenium Baru .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s